Selasa, 31 Januari 2017

Puisi Soni Farid Maulana : Sore Itu

Sore Itu

Sore itu, angin seperti uap es dalam kulkas
langit mendadak senyap, tak ada burung gagak
yang terbang di atas kepala. Tak ada,
selain sehampar langit sewarna cucian beras.

Sore itu, aku di kotamu Baudelaire, menghayati
hidup dan matiku. Aroma kopi sesekali tercium juga
dari berbagai cafe yang ada di sekitarku. Apakah
hidup hanya untuk minum dan melancong?

O, Rimbaud bagaimana tanah Jawa, saat kau
bergabung dengan tentara Kolonial Hindia Belanda?
Adakah kau temukan puisi di sana: sebagaimana puisi

mendatangiku: -- saat aku menepi ke alun
Sungai Seine? Di sana, ya, di sana bukan hanya
gagak yang berkoak di atas kepala. Tapi maut

Karya : Soni Farid Maulana, 2016
Puisi Soni Farid Maulana : Sore Itu

Tidak ada komentar :

Tidak ada komentar :

Posting Komentar