Selasa, 29 November 2016

Puisi Cinta : Cangkir Yang Kedua Karya Febrian Melinda

Cangkir Yang Kedua
Aku pernah lupa dengan indahnya bunga yang sebenarnya
Aku terlena dengan racun di dalam madu Jauh dari hakikat kepompong
Diri tak mengikut hati Hati tlah dipenuhi kabut hitam dunia
Sebuah cangkir terhias ukiran nan cantik Ia diberinya dengan percuma
Namun, tak pintar akal layaknya elang
Memilah mana daging mana rumput
Kini..
Bagai ulat yang merindukan kupu – kupu
Sesalan kembali menjadi debu
Aku telah memilih Jalanku mungkin bukan mereka
 Jalanku mungkin bukan yang sempurna
Aku pernah ada di masa itu
Masa dimana kapal karam di dalam lautan lepas
Tak lagi punya nafas untuk sekedar berpamitan
Kini..
Tuhan bersahabat Menghukum telak kekalahan raga
Sadar benar benar sadar Cangkir kedua kembali dibungkus

Tetap dengan keindahannya Sungguh tak terkira bunga taman hidup kembali
Puisi Cinta : Cangkir Yang Kedua Karya Febrian Melinda
Tidak ada komentar :

Tidak ada komentar :

Posting Komentar