Minggu, 28 Agustus 2016

Puisi Isyarat Rindu

Isyarat Rindu
Buat: Virgiawan Listanto

Masih seperti dulu
aku yang termengu
diatas pasir yang terhampar
dengan gelap malam tak bersinar
Sambil menyanyikan lagu rindu kepada engkau, yang tak pernah lelah melantunkan gundah yang indah untuk aku yang masih resah
Tubuhku rebah, diujung pasir
tempat gelombang terhempas
hanya ada degub irama
yang terus berdendang
dan menghantam semua karang
dengan lagunya yang sumbang
ini lagu rindu, kataku dipelataran malam
padahal bintang tak bisa membuatku tenggelam
dalam mimpi yang mungkin tak menakutkan
karena kantuk terus merayuku tuk terus bermimpi
Hidup redup, alam semesta luka katamu dikabut lorong
aku tak mengerti apa maumu
karena hidup sudah tak ingin terpesona
dalam lirikmu yang begitu mesra

Katakanlah padaku, bagaimana aku mengerti
tentang kamu
tentang lagu-lagumu
Karena Pancaran cahaya surya di pagi ini
telah menembus dalamnya lautan yang sunyi dan membuat ikan-ikan kecil berlompatan menari-nari mengiringi irama gelombang
Sungguh kau telah membuat kematian yang amat menakutkan menjadi indah sekali waktu menatap, matanya yang begitu cemerlang tergenang
seakan kami adalah segalanya

Karya : Abd Ghani (Surabaya, 26 Maret 2011)
Puisi Isyarat Rindu
Tidak ada komentar :

Tidak ada komentar :

Posting Komentar