Senin, 29 Agustus 2016

Puisi Acep Syahril : Tambah Satu

Tambah Satu

Syukurlah kawan
usiamu tambah satu sehingga kita masih bisa bercengkrama di kontrakan ini bercerita tentang banyak hal dengan bahasa yang kita punya gotong royong membersihkan pekarangan dari kejahatan hewan pengerat atau polusi negara yang lebih ganas dari fasciola hepatica

Karena kita tau tikus adalah hewan paling rajin cari makan sekaligus perusak yang merugikan banyak orang seperti koruptor maling dengan wajah bercahaya berwibawa dan seolah-olah sangat bijaksana mengancam ratusan juta nyawa sedangkan cacing hati hanya sejenis parasit kecil tanpa dubur yang hidup meminta di hati hewan dan manusia sejak sebelum hawa dicinta

Syukurlah kawan
rambutmu tambah satu warna tumbuh bebas dan berubah secara alamiah berproses dari akar yang tertanam di folikel tanpa harus mengikuti mode hingga terasa lebih enjoy berpenampilan di rumah sederhana yang
dipercaya pemiliknya dari tahun ke tahun

Karena hidup berlebihan sangat tidak bagus apalagi banyak biaya yang harus dikeluarkan demi merawat dan menerus-lunaskan kontrakan ini

Syukurlah kawan
matamu tambah satu lagi ketika dunia kian singkat‘tuk di gapai ketika jarak pandang tak lagi menjadi fokus pembicaraan dan ketika matahatimu kian peka terhadap belaian tangan-tangan tuhan

Karena dunia tak lebih dari elektrokardiogram yang mencatat kerja jantungmu dengan komunikasi yang tak perlu mengeluarkan busa sementara kau makin yakin akan segala kebaikan yang kau semai di sungsum anak-anakmu

Syukurlah kawan
encokmu tambah satu kerutmu tambah satu
dan terima kasih kawan puisiku juga tambah satu


Karya : Acep Syahril (Indramayu)
Puisi Acep Syahril : Tambah Satu
Tidak ada komentar :

Tidak ada komentar :

Posting Komentar