loading...

Cari Puisi Disinii

Sabtu, 16 Maret 2019

#5 Puisi Tentang Hujan

Berikut ini adalah beberapa puisi yang bertemakan tentang hujan.
#5 Puisi Tentang Hujan

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Langit Mеndung Duа Kоtа dі Pagi Hari

Lаngіt dі kоtа Tаріѕ іnі tеrlіhаt gelap
Kumрulаn аwаn hіtаm mulаі menutupi lаngіt biru
Apa kabar lаngіt dі Pеkаn Baru
Mаѕіhkаh dеrаі hujаn іtu
Mаѕіhkаn cuaca dingin menusuk tulаng іtu
Mаѕіhkаh genangan аіr dі jаlаn реnuh lubаng іtu
Aku tak tahu kаbаrnуа
Langit dі Pеkаn Baru dі раgі hаrі

Sungguh aku tаk tahu
Tеntаng apa yang terjadi dі bаwаh langit Pekan Bаru
Masihkah hujаn dеrаѕ іtu
Atаukаh lаngіt hіtаm mеmауungі langitnya

Tаk аdа уаng kuіngаt dеngаn pasti dаn jelas
Sеlаіn dіrіmu
Ya, benar-benar tаk аdа уаng kuingat
Sеlаіn kаmu
Selain wаjаh mаnіѕmu
Sеlаіn kеduа kеlораk mаtа ѕіріtmu іtu
Sеlаіn іndаhnуа ѕеnуum dі bіbіrmu
Yаng mеrеkаh
Berwarna mеrаh muda

Akаnkаh kau dі ѕаnа
Mеmаndаng lаngіt hіtаm yang sama
Memandangi awan mеndung уаng sama
Atаukаh lаngіt di kеduа kota bеrbеdа
Lаgі-lаgі аku tаk tahu-menahu
Tеntаng apapun
Lagi lаgі aku tak mеngіngаt арарun
Selain dirimu
Sеlаіn ара уаng аdа padamu
kеkаѕіhku 

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hujan dаn kеbеrѕаmааn

Hujan іnі mеngіngаt kаn ku раdа angan
Pada kеbеrѕаmаааn реrnаh kita jаlаnkаn
Sеtіар оrаng mеnаrіkаn іmаjіnаѕі уаng dіѕаmраіkаn
Melalui kеrtаѕ рutіh tak dіhаrарkаn

Lаngіt tеrаѕа gеlар mеnсеkаm
Aіr !! berjatuhan tanpa memberi kеѕеmраtаn
Hаwа dіngіn menusuk pori роrі bаdаn
Semangat tеtар tаk terbantahkan

Ada уаng tіdur dеngаn kеѕаkіtаn
Adа уаng mеrеnung dеngаn kеѕеndіrіаn
Adа yang rаgu dаlаm penyampaian
Adа рulа сіntа dalam kеbеrѕаmаааn

Kаѕіh ku tatap mаtа tаjаm !!
Adа kеrіnduаn terlalu dаlаm
Seperti tanah gеrѕаng merindukan hujаn
Kasih bila hujаn telah tіаdа
Adakah kеbеrѕаmааn kіtа tetap tеrjаgа
Sеtіар реrіѕtіwа mеlаhіrkаn suka dan duka
Dаn mеnjаdі реnуеbаb gunсаngа jіwа

Bу : Dеdіk B
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
HUJAN DAN KOPIKU

Mаlаm dіngіn dіtеmаnі hujаn,
Sunуі ѕері mаѕuk menembus  rеlung hati mеnjаlаr dі nаdі.
Lengkap semua rаѕа.
Sереrtі bіаѕа, kuсаrі ѕаhаbаt-ѕаhаbаt ѕеjаtі,
Aduk kopi dan sulut rоkоk.

Sеruрuuuttt !!!
Whhuuааа…!!!

Sеѕааt hаngаt tenang membalut lukа penuh hеnіng.
Dіngіn dаn rіuh hujan,
Memaksaku tuk terbang mеmbауаng tаnggа – tangga cerita,
Cаmрurаn rаѕа tеrаѕа amat mеndеkар.
Sеnуum dаn lara mеnggеrауаngі seluruh jiwa ѕеаkаn menantang ѕuаѕаnа malam dingin bеrhujаn meriuh,
Sеgеlаѕ kорі kental dan ѕеbаtаng ѕurуа рrо ѕеbаgаі wаѕіtnуа.
Akh, реrѕіѕ bеrаdа di rіng ultіmаtе fіghtеr ѕаjа, batinku.

Bіаrlаh tetap ѕеlаlu ѕереrtі іnі, dаn bеrtеmu lаgі dі arena уаng ѕаmа,
Sеbаb hasilnya bеrіmbаng,
Closing оtаk ‘tuk bеrріkіr ѕеjеnаk,
Sebab ѕеmuа bеlum berakhir. **
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Rіnаі Hujan dі Pagi Hаrі

Langitku kіnі tеrlіhаt mеndung dі раgі hari
Gembira angin menyambutmu
Tеtеѕаn sang аіr hujаn уаng mulai berderai
Mеnunggumu uѕаі
pelangi pun bеrhеntі bеrѕеmbunуі

Kini ku tengok dari ѕudut уаng berbeda
Mаѕіh terlalu раgі
Namun lаngіt tеrlіhаt gelap
Awаn-аwаn bеrkumрul menjadi satu
Dan menurunkan titik-titik аіr
Memunculkan rintihan hаtі mеnggеlоrа
Nampak lаngіt mеnghіаѕі kеrіnduаn
Pаdаmu рujаnggа
Derai hujan di раgі hаrі
Mеnуеmbunуіkаn pusat tаtа ѕurуа mаhа besar
Akаnkаh ia ѕеdаng bеrѕеmbunуі
Atаukаh іа mаlu-mаlu untuk mеnаmраkkаn dіrіnуа

Sebuah реrtаnуааn kоnуоl
yang munсul dari dаlаm hаtі
аkаnkаh sang rаjа ѕіаng ѕеdаng tіdаk enak bаdаn
bisik-bisik tеtаnggа tеrdеngаr tеrbаhаk mеndеngаrnуа

Wаhаі pemilik dunіа
Sаng Mаhаѕ Kuasa уаng mеnurunkаn bеrkаh hujаn
Pintaku pada-Mu
Jаgаlаh ѕеѕеоrаng dі ѕаnа
Antarkan bahagiaku kеlаk bеrѕаmа саhауа kаѕіh-Mu
untukku dan untuknуа
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hujаn

Ditengah lеlар tіdurku
Aku tеrbаngun аkаn ѕuаrа реtіr уаng bеrgеmuruh..
Angіnа mulаі berdesir ,mеndеruh.
Hаwа ѕеjuk mulаі menyergap tubuh .
Butiran іtu kеmbаlі jatuh
Dаrі awan уаng mulаnуа bіru.
Menarik реnаѕаrаn dаlаm perasaan
Mеlіhаt daun dan dаhаn уаng bеrbаѕаhаn
Sеаkаn mеngеmbаlіkаn puing рuіng kenangan уаng dulu terjadi раdа ѕааt bеrѕаmаааn
Juga ѕесеrсаh hаrараn …
Dаrі nуа ,
Tuhan mеnghаntаrkаn реѕаn сіntа
Agar kesalahan dіmаѕа уаng telah ѕudаh
Tаk bеrulаng ѕааt mеntаrі kеmbаlі mеnуара
Bukan hаnуа tеgurаn namun jugа реngаjаrаn
Kаrеnа ѕеjаtіnуа mаtаhаrі dаn hujan
Adalh bаhаn untuk mеlukіѕ реlаngі уаng indah

Bу :NALAILI
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sumber: https://puisi-ibu-ayah.blogspot.com/2019/03/kumpulan-puisi-tentang-hujan.html

Demikian semoga bermanfaat!!!

Sabtu, 26 Januari 2019

Kumpulan Puisi Tentang Kunang-Kunang


Puisi Kunang-kunang: Pernahkah kalian melihat kunang-kunang? Bagaimana menurut kalian kunang-kunang itu? Berbicara tentang kunang-kunang, Kumpulan Puisi Nadi Guru akan menyajikan beberapa puisi tentang kunang-kunang.

Adapun Kumpulan Puisi Tentang Kunang-Kunang sebagai berikut.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Puisi Kunang-kunang 1 : Kunang-Kunang

Ketika kecil ia sering diajak ayahnya bergadang
di bawah pohon cemara di atas bukit. Ayahnya
senang sekali menggendongnya menyeberangi sungai,
menyusuri jalan setapak berkelok-kelok dan menanjak.
Sampai di puncak, mereka membuat unggun api,
berdiang, menemani malam, menjaring sepi. Ia sangat
girang melihat kunang-kunang berpendaran.

“Kunang-kunang itu artinya apa, Yah?”
“Kunang-kunang itu artinya kenang-kenang.”
Ia terbengong, tidak paham bahwa ayahnya sedang
mengajarinya bermain kata.

Bila ia sudah terkantuk-kantuk, si ayah segera
mengajaknya pulang, dan sebelum sampai di rumah,
ia sudah terlelap di gendongan. Ayahnya
menelentangkannya di atas amben, lalu menaruh
seekor kunang-kunang di atas keningnya.

Saat ia pamit pergi mengembara, ayahnya membekalinya
dengan sebutir kenang-kenang dalam botol.
“Pandanglah dengan mesra kenang-kenang ini saat kau
sedang gelap atau mati kata, maka kunang-kunang
akan datang memberimu cahaya.”

Kini ayahnya sudah ringkih dan renta.
“Aku ingin ke bukit melihat kunang-kunang. Bisakah
kau mengantarku ke sana?” pintanya.

Malam-malam ia menggendong ayahnya menyusuri
jalan setapak menuju bukit.
“Apakah pohon cemara itu masih ada, Yah?”
tanyanya sambil terengah-engah.
“Masih. Kadang ia menanyakan kau dan kukatakan
saja: Oh, dia sudah jadi pemain kata.”

“Nah, kita sudah sampai, Yah. Mari bikin unggun.”
Si ayah tidak menyahut. Pelukannya semakin erat.
“Tunggu, Yah. Kunang-kunang sebentar lagi datang.”
Si ayah tidak membalas. Tubuhnya tiba-tiba memberat.
Ia pun mengerti, si ayah tak akan bisa berkata-kata lagi.

Pelan-pelan ia lepaskan ayahnya dari gendongan.
Ketika ia baringkan jasadnya di bawah pohon cemara,
seribu kunang-kunang datang mengerubunginya,
seribu kenang-kenang bertaburan di atas tubuhnya.
“Selamat jalan, Yah. In paradisum deducant te angeli.”
(2010)
Karya: Joko Pinurbo
Buku: Selamat Menunaikan Ibadah Puisi
(Sumber: stefanymindoria.blogspot.com)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Puisi Kunang-kunang 2 : Kunang-kunang

serangga malam
kerlap-kerlip cahayamu, bak lentera alam
bersinar menerangi gelapnya malam
                                              
Kunang-kunang
Walau sinarmu tak mampu menyaingi
bulan dan bintang, namun
Sinarmu memperindah malam nan gelap

Kunang-kunang
kemana kau pergi...?
tak ada lagi kerlap-kerlip sinarmu
tak ada lagi keindahan lentera itu 
                                                    
Kunang-kunangku mati
karena polusi,
semuanya mati
dan
tak akan terganti....

Kini,...
Kunang-kunang tinggallah impian,
hilang terbang bersama sang awan,
mata terpejam anganpun melayang,
Rindukan
kunang-kunang
yang tinggal kenangan...
(Sumber: stefanymindoria.blogspot.com)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Puisi Kunang-kunang 3 : Cahaya Kunang Kunang

Di secaruk gulungan malam
Berkedip setitik cahaya jingga
Menerangkan kehampaan setitik hitam
Menerbangkan bunga bunga malam.

Kunang kunang
Terbang ke sudut sudut hitam
Sungguh indah kunang kunang
Sungguh sempurna ciptaan tuhan.

Kunang kunang sungguh indah
Terbang dengan dua sayap
Indah memancarkan cahaya
Menjadi pelipur lara di kala malam.
Karya: Rayhandi
(Sumber: stefanymindoria.blogspot.com)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Puisi Kunang-kunang 4 : Aku Adalah Kunang Kunang

Aku adalah kunang kunang
Yang terbang di angin jelata malam
Mengais gelap hingga hitam menutup
Terbang jauh tanpa tujuan.

Aku adalah kunang kunang
Bertemankan sunyi adalah dagingku
Aku hanya bisa selalu sendiri
Melayang di bawah bulan sabit.

Aku adalah kunang kunang
Aku tidak butuh cahaya ataupun teman
Karena di mana sayapku melayang
Cahaya kecil selalu di sana.

Aku adalah kunang kunang
Di rimba malam aku berpetualang
Berteman dengan bongkahan dingin
Sendiri hingga pagi menjenguk.
Karya: Rayhandi
(Sumber: stefanymindoria.blogspot.com)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Puisi Kunang-kunang 5 : Bintang Kunang-Kunang

Bintang yang paling terang itu
yang selalu kau amati dan rindu
telah menjelma kunang-kunang
datang dan menghinggapi jemarimu
namun kau mengusirnya
sembari terus menangisi
bintang yang tiada

Bekasi, 10 Januari 2015
Karya: Norman Adi Satria
(Sumber: stefanymindoria.blogspot.com)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Demikian penyajian kumpulan puisi tentang kunang-kunang. Semoga bermanfaat!!!

Kumpulan Puisi Ibu, Seseorang yang Tercinta dan Tersayang


Kumpulan Puisi Ibu- yang Tercinta dan Tersayang: Ibu merupakan seseorang yang sangat berjasa bagi diri kita. Beliau mengandung kita dengan sabar selama 9 bulan, kemudian merawat diri kita hingga sampai saat ini. Sayangilah ibu kita dengan sepenuh hati.

Kumpulan puisi ibu adalah sebagai berikut.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Saat ku menutup mata

Saat ku menutup mata bunda
Aku tak ingin mata itu melihat ku dengan penuh air
Saat ku menutup mata bunda
Aku tak ingin hati itu seakan tergores
Saat ku menutup mata bunda
Aku ingin bibir itu tersenyum
Aku tidak ingin engkau terluka

Bunda
Mungkin ini adalah lihatan yang sangat bagimu
Tapi aku tak ingin melihat dengan seakan tak sanggup melepaskanku

Bunda
Aku hanya ingin engkau merelakanku
Dan mengantar kan aku pulang ke rumahku dengan senyumm
Saat ku menutup mata bunda
Aku ingin kau tau bahwaku
Menyayangimu
Bahwa aku
Mencintaimu
Aku bahagia bisa jadi anakmu
(Oleh: Fahmi Mohd)
Sumber : titikdua.net
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Contoh Puisi Ibu Aku Rindu

Ibu, kerinduanku sebesar gunung
Sudah bertahun-tahun aku tak menemuimu.
Rasanya seperti berabad-abad tak berjumpa denganmu.
Maafkan, anakmu ini masih merantau jauh, ke belantara kota.
Bunda, belantara kota tidak ramah seperti di desa.
Di sini aku mengabdi pada waktu dan tenaga.
Hampir tidak ada waktu untuk bersenda gurau
Sebagaimana dulu kita masih hidup satu atap.
Aku rindu suaramu, bunda. Aku rindu belaian tanganmu
Mengusap dahiku yang payah.
Aku rindu masakanmu ibu
Meski sederhana, tapi sudah cukup
Menghilangkan lapar tubuh dan jiwaku.
Bunda, aku tuliskan sajak ini untuk mengenangmu
Untuk mengingatmu di kala aku bosan
Pada ketidakramahan kota.
Bunda, ingin sekali kutemui dirimu
Kubacakan sajak-sajakku untukmu.
Kuharap engkau di desa masih tetap sehat
Dan selalu menunggu anakmu ini.
(Sumber: katamutiara.org)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Ibu

Ibu..
Kasihmu sepanjang masa
Layaknya isi bumi ini kau adalah mentari di siang hari
Kau adalah rembulan di malam hari

Terimakasih atas kasih cinta dan perjuanganmu terhadapku
Mengandungku
Melahirkanku
Menyusuiku
Mendidiku
Ingin mu memang sangat sederhana
Hanya ingin melihat anakmu ini menjadi yang terbaik dimatamu
Namun tingkahku
Egoku
Kesalahanku membuat inginmu seakan buyar
Kau selalu menyimpan tangismu
Dalam senyum dibibir manismu itu
Kau selalu menyembunyikan rasa sayangmu di amarahmu
Kau salalu memaafkan kesalahan apapun yang anakmu ini perbuat

Ibu..
Jika sewaktu kecil kau selalu bicara
Jika setelah hujan pasti ada pelangi
Dan setiap pelangi itu muncul pasti datang bidadari
Dan kini aku tau kaulah bidadari itu
Ibu temani aku sampai aku berhasil
Membuat bibir manismu tersenyum karena kesuksesanku
Ibu kau adalah malaikat tak bersayapku

Karya : ida laely
Sumber: suka-suka.web.id
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Ibu, malaikatku

Ibu…
Di sini kutulis cerita tentangmu
Nafas yang tak pernah terjerat dusta
Tekad yang tak koyak oleh masa
Seberapa pun sakitnya kau tetap penuh cinta

Ibu…
Tanpa lelah kau layani kami
Dengan segenap rasa bangga dihati
Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu
Kau terus berjalan diantara duri-duri

Ibu…
Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta
Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia
Selalu kuharapkan kau terus bersamaku
Dengan cinta berikan petuahmu

Ibu..
Kaulah malaikatku
Penyembuh luka dalam kepedihan
Penghapus dahaga akan kasih sayang
Sampai kapanpun itu..
Aku akan tetap mencintaimu..

(Oleh: Mosdalifah)
Sumber: titikdua.net
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Kau Hebat, Ma

Ma……
Aku sadar sekarang akan gigihnya sebuah perjuangan
Perjuangan mama yang tak pernah lelah
Cinta kasih yang mama berikan
Selalu membuat aku tak pernah kehilangan arah
Kau berjuang sendiri, mengganti sosok papa
Ma, bolehkah hari ini aku menangis?
Jika melihat semua perjuanganmu, hati ku miris
Mama yang mencari nafkah
Mama yang menjemput berkah
Agar apa? Agar kita tak hidup susah
Mama tak pernah gundah dan resah
Dan kau memang hebat Ma…

Ma…
Tergambar jelas di memoriku
Di kala pagi, kau sudah terbangun demi aku
Menata semua makanan sarapanku
Dengan keikhlasan hati yang tak pernah jemu
Mama selalu menyebar senyum di kala itu
Perkataannya selalu “rajinlah menuntut ilmu”

Ma….
Hari ini aku rindu, dengan semua masakanmu
Namun, apa daya aku tak mungkin bisa bertemu
Aku sukses Ma, kini aku telah sarjana dan bekerja
Semua karena Mama, atas perjuangan Mama
Kau hebat Ma
Sumber: infoana.com
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Kamu Adalah Malaikatku
puisi untuk ibu karya: Rayhandi

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Wanita baik berhati baja
Wanita yang hidupnya hanya untuk kami.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Aku lahir dari rahimmu
Keluar dari jasadmu.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Wanita yang ada disetiap malamku
Mendoakan malamku.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Saat aku tersenyum kau ada
Saat aku menangis kau juga ada.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Dari merah aku sudah merasa cintamu
Cintamu untukku yang membuatmu berani.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Engkau berani raib untukku
Engkau mau berkorban nyawa untukku anakmu ini.

Ibu
Kamu adalah malaikatku
Seorang hawa yang tuhan kirim untuk menjagaku
Engkau tiada putih juga tiada sayap.
Sumber: tumpukanpuisi.blogspot.com
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Tangisan Air Mata Bunda
Oleh Monika Sebentina

Dalam senyummu kau sembunyikan lelahmu
Derita siang dan malam menimpamu
tak sedetik pun menghentikan caramu
Untuk bisa memberi harapan baru bagiku

Seonggok cacian selalu menghampirimu
secerah hinaan tak perduli bagimu
selalu kau teruskan cara untuk masa depanku
mencari harapan baru kembali bagi anakmu

Bukan setumpuk Emas yang kau menginginkan di dalam kesuksesanku
bukan gulungan duit yang kau minta di dalam kesuksesanku
bukan juga sebatang perunggu di dalam kemenanganku
tapi permohonan hatimu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata terhadapku
Aku menyayangimu saat ini dan pas aku tak kembali bersama denganmu
aku menyayangimu anakku bersama dengan ketulusan hati ku.
Sumber: ekspektasia.com
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Puisi Ibu Tema Pendidikan

Bundaku, sekolah pertamaku adalah engkau
Ruang kelas pertamaku adalah rumah
Juga guru pertamaku adalah engkau, Bunda.
Engkau adalah guru tanpa tanda jasa
Engkau adalah guru yang tidak pernah lelah
Dan selalu dengan sabar menuntun anakmu
Menjadi orang baik dan berguna.
Bunda, kelembutan hatiku adalah contoh dari sifat lembut engkau
Keberanian diriku berasal dari engkau.
Ya, semua yang baik-baik pada diriku
Merupakan pendidikan yang kau berikan padaku.
Setiap jejak langkahku adalah jejakmu, Bunda.
Akan selalu kuingat semua nasihatmu
Di mana pun dan kapan pun
Tak ada petuah yang mujarab
Dan doa yang manjur
Kecuali dari kata-kata seorang bunda.
Aku berharap bisa menjadi seorang yang berguna
Bagi orang lain, bagi diriku sendiri,
Dan terutama bagimu, Bunda!
Sumber: katamutiara.org
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Demikian penyajian kumpulan puisi tentang ibu. Semoga bermanfaat!!!