Puisi Soni Farid Maulana : Lanskap

LANSKAP

aku mendengar
nyanyian angin pagi
di tangkai pohonan

aku melihat cahaya sunyi matahari
berkilau lembut dalam bening embun pagi
yang bergayutan di punggung rumputan

aku mendengar salam itu,
salamNya, dilantunkan
kokok ayam jantan


Karya : Soni Farid Maulana (negeri langit, 1976)
Puisi Soni Farid Maulana : Lanskap

Puisi Anak : Nonton Topeng Monyet

Nonton Topeng Monyet

Tung tung tung.
Melihat kau berpakaian lucu.
Kulihat kau meloncat-loncat.
Mengelilingi arena.

Tung tung tung.
Kulihat kau bawa payung.
Kulihat kau terus berputar.
Mengikuti aba-aba tuanmu.

Karya : (?), Buku Bse
Puisi Anak : Nonton Topeng Monyet

Puisi Bencana Alam “Banjir” Karya Vivi

Banjir

Hujan deras tanpa berhenti menghampiri
Dan semua menjadi resah
Karena air seakan tercurah tanpa henti
Sungai jadi meluap
Karena tak kuasa menahan beban
Banjir datang
Menenggelamkan keangkuhan manusia
Mereka jadi tak berdaya
Sekali lagi
Tuhan menunjukkan kuasanya

Karya : Vivi Gautama
Puisi Bencana Alam “Banjir” Karya Vivi

Puisi Bencana Alam : Gempa Bumi

Gempa Bumi

Gempa yang mengguncang
Dari gunung di tengah lautan
Saat lingkup hati menjadi gamang
Tsunami mengincar ketenangan
Pertanda alam mulai renta
Atau kita yang kian menumpuk dosa
Hingga alam menjadi marah
Menghukum manusia sang pembuat dosa

Karya : Renal
Puisi Bencana Alam : Gempa Bumi

Puisi Bencana Alam : Tanah Longsor

Tanah Longsor
Tanah longsor...
Suara bergemuruh datang
Rasa takut tiba-tiba menyergap
Orang-orang lari menyelamatkan diri
Rumah-rumah yang dulu berdiri tegak
Kini rata tertimbun tanah
Hai manusia-manusia serakah
Sadarlah....
Lihatlah akibatnya....
Hiduplah berdampingan dengan alam
Jagalah alam
Maka alam akan menjagamu juga
Karya : Nia Arum Sari
Puisi Bencana Alam : Tanah Longsor

Puisi Tanah Longsor
Tanah Longsor
Tanah longsor...
Kau menimbun pemukiman warga
Membuat warga jadi tak berdaya
Karena semua rumah mereka rusak
Tanah longsor...
Kau disebabkan karena ulah manusia
Yang menebang hutan secara liar
Alam tidak berslah
Manusialah yang serakah
Hingga harus menanggung akibatnya

Karya : Annisa Friska Sari

Puisi Bencana Alam : Tsunami

Tsunami
Tsunami...
Kau datang tiba-tiba
Mengusik kedamaian
Kau telah banyak memakan korban jiwa
Kau juga merusak lingkungan sekitar
Semua bangunan kau ratakan dengan tanah
Nyaris tak ada yang tersisa
Hanya kesedihan dan air mata
Mengiringi kepergian orang-orang yang tercinta

Karya : Anisa Putri Pratiwi
Puisi Bencana Alam : Tsunami

Puisi Soni Farid Maulana : Selepas Kata

Selepas Kata
untuk Kautsar M. Attar

perempuan itu terbaring di ruang bersalin
bayang-bayang sang ajal berkelebat dalam
biji matanya; memperkenalkan diriku
pada warna darah dan tanah. 
Dan kau yang dilahirkan sore itu, tangismu keras,

air matamu adalah arus sungai yang deras
menyeret kesadaranku ke palung derita
seorang ibu, yang sisa amis darah

persalinannya; masih melekat di tubuhku,
yang kini rapuh dikikis waktu, digali detik
jam yang terus melaju ke dunia tak dikenal,

di luar hiruk-pikuk kehidupan kota besar;
ada yang menjauh dari surau dari kilau
telaga kautsar yang Dia berikan

Karya : Soni Farid Maulana (2003)
Puisi Soni Farid Maulana : Selepas Kata

Cari disini

Puisi Lainnya:

Diberdayakan oleh Blogger.